Liku-liku Sungai Dalam Kehidupan Remaja

puisi, karya : Tooftolenk Manshur Zikri

Anak itik bermain di tepi sungai

Kodok menari dan bernyanyi memanggil hujan
Ular bergerak tanpa suara siap memangsa

Cacing membuat lubang di permukaan tanah

Induknya itik mulai siaga
Naga dalam legenda menjadi alasan ketakutan
Tupai melompat melihat keadaan
Anak itik tak menghiraukan, tetap saja bermain dengan riang

Kodok tak mau kalah, semakin bertambah semangatnya memanggil hujan

Aneh sudah sajak ini dibacakan
Mulai timbul satu pertanyaan
Untuk apa dan siapa ditujukan
Yel-yel si kodok semakin keras
Anak itik mulai merasa terganggu
Naga dalam legenda yang ditakutkan mulai memompa emosinya
Amarah pun dijadikan penyelesaian
Anak itik melontarkan ejekan
Lagu si Kodok dijadikan bahan olok-olokan
Itulah gambaran setiap keadaan
Saling menyikut, menikung, dan menuding untuk sebuah kepentingan
Arang dilempar meninggalkan noda hitam
Pelajaran selalu didapat di pinggir sungai
Ular pun enggan mengganggu pertikaian si Itik dan si Kodok
Tangan terbuka merupakan suatu anjuran
Ramah dan kesabaran jadi kunci utama
Indahnya sebuah pertikaian adalah adanya hikmah di balik semua masalah

Juli, 2009

Author: Manshur Zikri

Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s