tooftolenk manshur zikri

Nama saya adalah Manshur Zikri, lahir di Pekanbaru, tanggal 23 Januari 1991. Nama panggilan saya adalah Zikri, tetapi waktu masih di bangku sekolah menengah dulu saya mempunyai gelar yang cukup unik. Pada masa saya SMP, saya dipanggil Toofto (sebenarnya bukan dipanggil demikian, melainkan saya lah yang dengan gencar mempromosikan nama itu karena waktu itu adalah musimnya mencari nama gelar yang uni-unik). Saat duduk di bangku SMA, saya dipanggil Tolenk karena saya adalah adik dari Fauzan Hanif, yang waktu dia sekolah dulu nama Tolenk itu adalah gelar kehormatannya (katanya!). Oleh karena itu, apabila pembaca dengan tidak sengaja menemukan page saya di dunia maya, akan terlihat nama Tooftolenk Manshur Zikri. Kata ‘tooftolenk’ itu sendiri merupakan gabungan dari nama “toofto” dan “tolenk”. Entah mengapa nama itu melekat pada diri saya, dan saya nyaman dengan nama itu. Akan tetapi, sebagai mahasiswa baru, nama itu sudah tidak dikenal lagi. Di kampus kuning ini, saya dipanggil dengan nama saya yang sebenarnya, yaitu Zikri.

Saya adalah seorang anak dari keturunan keluarga Minangkabau, yang besar di provinsi Riau, dan sekarang merantau di kota Jakarta, menuntut ilmu di Universitas Indonesia, Jurusan Kriminologi, angkatan 2009. Sekarang saya tinggal di kos-kosan di daerah Kukusan Teknik (KUTEK), Beji, kota Depok (coret). Saya adalah anak keempat dari lima bersaudara, hasil perkawinan dari seorang pedagang tepung, Jufri Hasan, dengan seorang pegawai negeri sipil, Jamalia Farida. Ayah saya adalah seorang Pariaman tulen. Ibu saya juga seorang Pariaman, tetapi lahir di kota Jakarta. Pada halaman ini saya tidak akan berbicara panjang mengenai keluarga saya. Namun apabila pembaca ingin mengetahui lebih kanjut, silakan klik disni!

Riwayat pendidikan saya adalah menamatkan jenjang sekolah dasar di SD N 002 Jadirejo, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Kemudian saya melanjutkan ke tingkat sekolah menengah, yaitu SMP N 1 Pekanbaru, yang menurut pengakuan orang-orang di sekitar saya adalah SMP negeri paling bagus di kota itu. Akan tetapi saya sendiri berani mengatakan bahwa sekolah itu adalah sekoah paling hancur yang pernah saya kenal (Yaeyalah, gue kan cuman sekolah di satu SMP itu doank! Hahaha!). Tingkat menengah, saya menamatkan pendidikan di SMA N 8 Pekanbaru. Untuk sekoah ini, bisa saya katakan bagus, meskipun ada beberapa aspek yang jauh dari kata bagus.

Dari SD hingga SMA, saya tidak pernah menuai prestasi yang berarti. Kalaupun ada, itu hanya juara satu saat saya kelas empat SD caturwulan pertama, tetapi caturwulan kedua dan ketiganya, saya tidak dapat ranking kelas. Parah?! Hahahah! Waktu SMP, saya hanya pernah memenangkan lomba vokal group lagu melayu “Selayang Pandang” (saya mejadi pemain kompangnya) dan juga pernah memenangkan lomba cerdas cermat se-Riau (itu pun karena keberuntungan saya yang satu kelompok dengan orang paling pintar di sekolah. Akan tetapi saya berani bilang bahwa Rianta Higuita Pinem adalah teman yang paling pintar yang pernah saya kenal. Sekarang sudah tidak tahu dia berada di mana).

Mengapa saya mengambil jurusan kriminologi di UI? Karena saya ingin mendalami dunia jurnalistik. Sebelumnya saya ingin masuk jurusan komunikasi, tetapi waktu tes saya tidak masuk (dan saya menangis tersedu-sedu saat melihat pengumuman hasil tes). Waktu kesempatan berikutnya, saya lebih memilih jurusan kriminologi karena pola pembelajarannya yang menekankan tentang masyarakat (meskipun dilihat dalam sudut pandang dunia hitam/kriminal) dan juga ada fokus pembelajaran tentang jurnalistik (meskipun itu kriminologi-jurnalistik). Namun hal itu tidak menjadi soal. Saya yakin semua ilmu sosial itu sangat berkaitan dan memiliki banyak pintu untuk mencapai pusat ilmunya. Kriminologi adalah salah satu pintu itu. Selama kita serius dalam menjalani suatu hal, hal itu akan menjadi sangat bermanfaat saat masa memetik buah tiba.

Berbicara mengenai diri saya maka pembaca akan berbicara mengenai kata “kritis”. Ya, begitulah saya menyebutkan diri saya dengan satu kata. Selama 18 tahun saya berada di dunia ini, sejak saya duduk di bangku sekolah dasar, saya mengakui bahwa diri saya adalah orang yang selalu mengkritik, tidak peduli apakah kritikan itu memenuhi kriteria kode etik seorang kritikus atau tidak. Biasanya teman-teman saya akan selalu mengatakan bahwa saya adalah seorang yang sok idealis. Hahahahha!

Tapi, ya, saya mengakui hal itu. Dan saya sadar akan kekurangan/kelebihan saya itu. Karena itu, saat ini saya yang telah menjadi mahasiswa baru, lebih memilih mengkritik lewat tulisan, dan terus belajar mengisi kepala dengan pengetahuan agar kebiasaan saya yang suka mengkritik itu menjadi suatu hal yang akan membawa manfaat kepada orang lain dan diri saya sendiri.

Sejak SMP, saya selalu mengeluhkan keadaan negara Indonesia. Pada dasarnya, bukan Indonesia-nya lah yang saya salahkan, tetapi keadaannya (sekali lagi: “keadaannya”). Disini saya cenderung mengkritik (lagi-lagi mengkritik! Wkwkwkwkk!) pola pikir orang-orang Indonesia (terutama orang-orang di sekitar saya yang pernah saya kenal) tentang orientasi hidup mereka. Apa yang saya lihat dan saya temukan di kehidupan sekitar saya, orang-orang memiliki pemahaman yang jauh berbeda dengan para pahlawan yang telah membawa kemerdekaan bagi negara ini. Saya selalu membicarakan hal ini dengan ibu dan bapak saya, paman dan bibi saya, dan saudara saya yang tertua. Kami membicarakan banyak hal tentang apa yang kami lihat (baik di lingkungan sekitar maupun di media-media yang ada), kemudian mendiskusikannya serta mengkaitkan satu dengan yang lain. Saat saya menemui ketidakcocokan dengan pemikiran saya, lagi-lagi hasil diskusi itu kembali kepada bentuk pola pikir. Karena hal itu, saya bercita-cita ingin membangun sekolah (sekolah yang benar-benar hebat! Amin!). Dengan sekolah itu, saya akan mengubah pola pikir para pelajar menjadi lebih baik. Tapi kembali lagi kepada usaha: belajar sebanyak mungkin, agar saya tidak salah memberi pola pikir kepada murid-murid saya nantinya. Hehehe!

Mengenai hobi, saya menyukai semua hal yang berkaitan dengan seni. Saya bisa memainkan alat musik gitar (meskipun nggak jago-jago amat), dan beberapa alat musik lain seperti pianika dan recorder. Selain musik, saya juga menyukai seni rupa seperti melukis, fotografi, dan perfilman (meskipun hanya sebagai penoton atau penikmat/viewer). Wkakakkak! Saya juga hobi membaca (dari komik, novel, dan buku-buku sastra yang meskipun bukan klotokan seperti para sastrawan di Fakultas Ilmu Budaya) dan menulis. Selain itu saya memiliki minat dalam olahraga parkour (meskipun sudah jarang melakukan olahraga ini), yang mana saya tertarik bukan dari karena olahraganya, tetapi karena gerakannya yang penuh dengan seni dan keakuratan.

Tentang saya :

§ 22 Responses to tooftolenk manshur zikri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,353 other followers

  • AUTHOR

  • ARCHIVES