monolog
January 25th, 2012 § Leave a Comment
“Kubuat tidak ada. Aku buat jadi ada”
begitu dia bersiteguh atas gagasan baru
lawan tatanan pisang yang tumbuh dari akarnya
ya, soal pisang-pisang ini menjadi cemoohan tadi sore
ada orang yang bernyanyi di ujung waktu,
beranalogi tentang pisang
pertanyakan soal pisang mana akan dibawa:
pisang goreng, pisang roti, atau pisang tumbuh dari akar
“pisang molen!” jawabku dalam hati
pun jawaban bung di depan pecahkan tawa forum terbuka
si penyanyi berkata, “pisang tumbuh dari akar
ialah ranah yang hidup ribuan tahun lamanya
itu jaman baheula
bung menjawab, “kita membicarakan kekinian.”
Pak tua yang sebentar lagi mati itu, duduk di ujung Java
lokal penuh jawara tapi tak berdampak
ketakjuban pada mbling pun tak seberapa
tetap saja tak berdampak
tapi dulu, ada bung lain yang memutarbalik tatanan
hanya dengan perubahan sedikit kata
“Kubuat tidak ada. Aku buat jadi ada!
kukata memang tak berdampak besar
berbeda jauh dengan kubuat yang melawan
aku buat itu.
kukata memang gamblang
tak bertaksa seperti si bung yang kubuat
kukata pun tak akan dilirik lagi oleh Paus
karena dia sudah di alam kubur
kukata tak bisa jadi manifestasi perubahan yang berarti
tapi aku punya dinding sendiri
harus dibatakan terpisah
karena sudah kudengar teriakan: Hei! Pendidik! Tinggalkan kami anak-anak sendiri!
ditimbang-timbang, kalian hanya satu bata pada dinding.
dengan kukata kuhancurkan bataku
kukata tidak berdampak. aku katakan jadi berdampak.
asalkan tidak tercekik, ketika tua nanti.
Lenteng Agung, Jakarta Selatan, 25 Januari 2012
Manshur Zikri, di
Forum Lenteng