HAMKA. Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk: kisah cinta yang romantis, sopan, dan cerdas

gambar diakses dari: myheartsohurt.files.wordpress.co...wijk.jpg

Judul: Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk

Pengarang: Buya Hamka

Penerbit: PT Bulan Bintang, Jakarta, Juni 2004

ISBN: 979 418 055 6

Biasanya saya akan kecewa apabila saya membaca cerita roman atau cinta (yang dahulu dari beberapa novel terjemahan) atau tersenyum-senyum malu dan terkadang risih dari novel-novel teenlit yang sering dijual di toko-toko buku. Hingga akhir tahun kelas tiga SMA, saya tidak menyukai cerita cinta, kecuali apabila ada unsur fantasinya seperti kisah cinta dalam cerita Golden Compass.

Namun kali ini saya dihadapkan kepada kisah cinta yang dikarang oleh soerang ulama besar di Indonesia, seorang sastrawan yang sudah diakui akan kepiawaiannya dalam menuturkan kata-kata. Buku “Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk” ini adalah yang kedua kalinya saya baca beberapa hari yang lalu. Pertama kali saya baca buku ini adalah saat saya duduk di bangku sekolah menengah pertama, yang mana saya kira cerita ini akan menyajikan kisah penyelamatan korban dari kecelakaan kapal pesiar. Tapi saya kecewa karena ternyata ceritanya adalah sebuah kisah cinta yang penuh dengan kesedihan sehingga saya menghentikan membacanya di tengah-tengah buku. Barulah setelah menjadi mahasiswa, saya berusaha menamatkan membaca buku ini.

Buya Hamka, sastrawan dan ulama besar di Indonesia. Gambar diakses dari: http://musafir-rindu. blogspot.com/2009/11 /tenggelamnya-kapal-van-der-wijck.html

Hasilnya adalah: saya berani mengatakan bahwa kisah cinta Zainudin dan Hayati (tokoh dalam buku ini) adalah kisah cinta yang romantis, sopan, dan sangat cerdas penyampaiannya.

Tidak perlu lagi saya menceritakan tentang si pengarang, Buya Hamka, karena dia adalah seorang tokoh besar yang seharusnya pembaca tahu. Akan tetapi apabila tulisan saya ini kurang memuaskan, anda bisa melihat biografi dari Buya Hamka di google atau wikipedia.

Kisah cinta dalam buku ini bermula ketika Zainudin, yang lahir di kota Mengkasar, pergi ke kampung bapaknya, yaitu kota Padang, Sumatera Barat. Zainudin dianggap sebagai anak terbuang. Karena apabila dia berada di Mengkasar, dia tidak diakui karena bapaknya adalah seorang Minang. Begitu juga apaila dia berada di Sumatera Barat, dia tidak diakui karena ibunya adalah seorang asing dari Mengkasar. Di kampung halaman bapaknya itu, Zainudin bertemu dengan pujaan hati, Hayati. Akan tetapi cinta mereka tidak sampai ke pelaminan disebabkan oleh hambatan budaya. Zainudin tidak mendapat izin dari ninik-mamak untuk meminang Hayati, yang mana Hayati dinikahkan dengan Aziz. Zainudin yang patah hati kemudian diserang penyakit sangat lama. Setelah sembuh, ditemani oleh seorang sahabat, Muluk, mereka kemudian berangkat ke Jawa untuk mengadu nasib. Zainudin kemudian menjadi seorang penulis terkenal dengan letter “Z”. Dia menjadi orang sukses di Jawa dan membentuk “kelompok anak sumatera”. Kemudian, di Jawa itu, dia betemu lagi dengan hayati dan Aziz. Akan tetapi Zainudin telah menjadi orang yang baik budi sehingga dendam dan sakit hati nya telah hilang sama sekali.

Singkat cerita, Aziz, suami Hayati, mati bunuh diri (penasaran? Anda bisa baca ceritanya dalam buku ini). Kemudian menyerahkan dan mengamanahkan Hayati kepada Zainudin. Namun Zainudin tidak berpikiran demikian, dia malah mengirim pulang Hayati ke kampung halaman di Sumatera Barat dengan kapal Van Der Wicjk. Kuasa Allah, kapal mengalami kecelakaan. Zainudin yang sesungguhnya masih memiliki cinta kepada Hayati, merasa bersalah. Kemudian dia menysul Hayati ke tempat posko penyelamatan, dan ditemuinya Hayati dalam keadaan yang sangat sekarat. Namun mereka masih sempat bertatap muka dan saling meminta maaf akan kesetiaan cinta. Cinta Zainudin dan Hayati dipersatukan kembali, namun tidak diridhoi oleh takdir. Hayati meninggal dengan menyebut dua kalimat syahadat. Sepeninggal Hayati, Zainudin membuat karya terakhirnya, dan setelah itu dia terkena penyakit yang menyebabkan dia meninggal pula, yang mana dia dikuburkan di sebelah kuburan Hayati.

Kuatnya rasa cinta antara Zainudin dan Hayati dapt kita lihat dari surat-surat yang ditulis Zainudin untuk kekasihnya, dan surat balasan dari Hayati untuk lelaki pujaannya. Dan dalam cerita ini juga, Buya Hamka memberikan pemikirannya tentang filsafat cinta itu sendiri. Perbedaan paham antara wanita dan lelaki. Cinta yang dikisahkan oleh Buya Hamka dalam cerita ini adalah cinta sejati yang didasarkan pada ketakwaan kepada Allah. Zainudin mencintai Hayati karena Allah, begitu juga dengan Hayati. Penyampaian rasa dan sayang-menyayangti tidak secara vulgar atau secara romantis seperti novel-novel teenlit atau roman picisan lainnya, tetapi dengan sangat sopan dan penuh makna. Ini lah kisah cinta yang cerdas, yang menyajikan tragedi, tetapi tidak mengundang air mata, melainkan memicu pemahaman kita akan makna cinta itu sendiri.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam cerita ini adalah konflik budaya. Buya Hamka dengan cerdas mengemasnya dalam kisah cinta. Dia memadukan budaya Mengkasar dengan budaya dan adat-istiadat Minangkabau.

Kutipan di sampul belakang buku ini:

“TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WICJK melukiskan suatu kisah cinta murni di antara sepasang remaka, yang dilandasi keikhlasan dan kesucian jiwa, yang patut dijadikan tamsil ibarat. Jalan ceritanya dilatarbelakangi dengan peraturan-peraturan adat pusaka yang kokoh kuat, dalam suatu negeri yang bersuku dan berlembaga, berkaum kerabat, dan berninik-mamak.”

Dan disini saya katakan bahwa apa yang tertulis pada kutipan di atas adalah benar.

Buku ini saya sarankan kepada remaja-remaja yang sedang memadu kasih. Juga saya sarankan kepada semua penikmat cerita cinta dan cerita sastra. Cerita dalam buku ini hanya satu kata: BAGUS!

About these ads

49 thoughts on “HAMKA. Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk: kisah cinta yang romantis, sopan, dan cerdas

  1. rizal says:

    Saya perna mendengar sandiwara radio pada tahun 1980,tapi ga tamat,sampai skrng sy nyari bukunya blon ketemu, bisa bantu ga

    Like

  2. sy telah membaca buku karangan buya hamka terakhir tahun 1985 dan pada saat itu sy telah duduk di bangku kelas 6 sd dan setiap saat sy baca pd waktu mata sy berkaca2 dan dlm hati sy betapa kejamnya adat dan budaya pada saat itu,yg tega tdk menyetujui hub 2 insan yang di landa dan stiap sy baca korespondennya ke 2 belah pihak betapa saling mencintai,…di mnakah sy bsa dptkan bukunya ini kembali..!!

    Like

  3. ArYani says:

    bagus bgd ceritanya,,, sy membacanya waktu SMA sekitar 6 tahun yg lalu… pkox bgus bgd, sy yg kurang suka membaca novel saja, udh beberapa kali ngebacax

    Like

  4. edward says:

    aq pertamakali baca buku ini dikala kelas 3 smp tahun 66 sewaktu umur 16 tahun. aq tidak banyak komentar tentang buku ini hanya saja satu pertanyaan kenapa pengarang tidak mempertemukan zainudin dengan hayati dalam satu pernikahan setelah aziz meninggal. disini saya menilai pengarang degan sengaja memperbanyak keluarnya airmata sipembaca. yeach, gimana2 buku ini sangat bagus.

    Like

    • saya rasa, jika kita menduga bahwa pengarang ‘dengan sengaja tidak mempertemukan kedua tokoh utama dalam pernikahan’ untuk tujuan ‘memperbanyak airmata si pembaca’ merupakan sebuah penilaian yang keliru dalam melihat sebuah karya sastra. Menurut saya, akan lebih baik jika kita menguak siratan-siratan tentang konflik batin manusia (terkait moral etika yang berhubungan dengan persoalan adat istiadat yang telah mengakar lama) yang dihadirkan oleh Hamka melalui susunan dramtik (bangunan cerita) dalam novel ini. Tentunya akhir yang tidak bahagia itu memiliki nilai-nilai sastra yang bisa kita bongkar untuk memahami lebih jauh tentang esensi dari moral-etika itu. Itu menurut saya sih.. hehe

      Like

  5. Neli Irnawati says:

    saya pernah baca buku ini atas pinjeman dari teman… saya pengen mengulangnya lagi, sayangnya cari bukunya g’ nemu2. kira2 dimana saya bisa dapatkan buku ini…..

    Like

  6. agus cirebon says:

    2x sy beli buku TKVDW 2x pula sy baca buku sampai ke 22′y buku buku laris di pinjam sampe ga pada balik lagi. dari sang Penikmat sastra

    Like

  7. sunarty jafar says:

    crita van derwijk ini benar2 bgus,sopan,mendidik,N Kisah cinta yang penuh k’ikhlasan,banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran bagi muda-mudi d’jaman skrang,agar remaja lebih paham apa arti cinta yang sesungguhx,,,,,,etzz crita ini jaga m’buat q mnangis karna cinta yg bgtu tulus akhirx brakhir dengan kematian,,,,,,,

    Like

  8. Amri says:

    Benar Buku tengelamnya kapal Van Der Wijck karangan buya Hamka Ini sangat bagus, penuh makna, mengentuh hati, apalagi yang terkesan sama saya waktu Zainudin brangkat naik kapal dr makasar ke padang meninggalkan pengasuhnya sejak dari kecil, krna Ibu dan Bapaknya Dah Dulu Meninggal Mak Bas namanya, Mak Bas punya perasaan Dia tidak akan Bertemu Zainudin Lagi, benar nyatanya beberapa taun kemudian mak Bas Meninggal, betapa Hancurnya hati Zainudin.

    Like

  9. febrie says:

    Pertama kali baca buku ini pas masih SD pinjem di perpus. Kemaren abis nonton Dibawah lindungan Kabah jadi inget buku ini. Susah banget nyari bukunya, ada online tapi blm sampai tamat. Di toko buku wali songo masih ada nggak yah???

    Like

  10. feri says:

    Beberapa tahun yang lalu aku bersekolah di Padang Panjang, tempat Malik (Nama Asli Hamka muda) melewati masa remajanya. Konon, kisah teragis Vanderwijk ini adalah kisah cinta Buya sendiri. Menurut beberapa sumber, Hayati yang menjadi pujaan hati Zaenudin itu adalah Hajah Rangkayo Rasuna Said, yang namanya menjadi nama jalan di kawasan kuningan Jakarta. Dia adalah aktivis remaja puteri seangkatan dengan Hamka. Nama HR. Rasuna Said ini beberapa kali disebut oleh Hamka di Buku : Ayahku, yang ia karang. Aku setuju, Buya Hamka adalah seorang pujangga besar. Setiap kali aku membaca Vanderwijk sulit untuk tidak menitikkan air mata. Karena Buya menulis denga bahasa hati yang mengalir dan penggunaan bahasa sastera khas Hamka yang indah. Kapan ya akan lahir tokoh seperti Hamka kembali? Selamat jalan Buya ……. I Love You!

    Like

  11. Rhiyo puta sentosa says:

    saya di suruh guru saya untuk mencari artikeL tentang HAMKA. Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk: kisah cinta yang romantis, sopan, dan cerdas..

    huuaaaa ternyata critanya asik dan seruu banget :D
    saya inngin sepertii ituu lahh ..
    hehe

    Like

  12. kobe says:

    crtanya bgus bnget…..pnuh penghayatan pa lagi waktu baca pas yang terakhir si zainudin menysal khlangan hayati, ampe mau nangis bacanya………………………………………………………………………………………………………………………pkoknya isinya bagus buanget………..

    Like

    • Ya, cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk memang kisah cinta yang sangat mengharukan, dan juga memberikan pembelajaran kepada kita untuk mengerti tentang hidup dan realita yang ada. Love Buya Hamka. :)

      Like

  13. hananhamzah says:

    pertama kali saya mengetahui cerita ini walaupun puluhan kali saya sebut di dalam kelas pengajian saya tajuk buku ini dihadapan pelajar.
    Buya Hamka pernah berjumpa ibu saya semasa menuntut di Mesir dan sempat mendoakan saya pada waktu saya disusui ibu di dalam masjid di Mesir ketika itu…..
    Terima kasih saudara…

    Like

  14. ipeh says:

    Baca novel ini waktu SMU,pinjem di perpus.baguss banget..mpe nangis bombay gtu..
    tata bahasa nya keren abizz..dan sekarang lg pengen baca lagi.tp aku cari bukunya kok dah gda ya?di toko2 buku dah g keluar.ada yg bisa kasih info?

    Like

  15. Irvandi ByTesz says:

    Sy membaca buku ini pada saat di bangku SMP sekarang sudah lulus kuliah 2tahun lamanya,,,namun jarak sejauh itu adalah waktu sy untuk mendapatkan kembali buku itu setelah hilang dari genggaman…jujur buku “TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJK”sangat-sangat luar biasa PERFECT dan seperti yg anda bilang BAGUS

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s