Kung Fu Panda: Film animasi, memiliki banyak nasehat

January 26th, 2010 § 4 Comments

Jujur saja saya baru menyaksikan film  ini dua hari yang lalu. Dan bru beberapa jam yang lalu saya tonton untuk yang kedua kalinya.

Secara pribadi saya menilai film yang disutradarai oleh Mark Osborne dan John Stevenson sebagai film yang bagus. Cerita yang disajikan memang sederhana: keberuntungan Po, si Giant Panda, yang ditakdirkan menjadi The Dragon Warrior menurut ramalan Master Oogway. Akan tetapi yang membuat saya mempunyai pendapat bahwa film ini bagus adalah banyaknya unsur nasehat yang disajikan dalam beberapa dialog ataupun adegan. Selain itu, pembawaan Po yang tidak bisa diam dan terkesan lucu, membuat film ini menjadi tontonan hiburan bagi semua orang. Tetapi mungkin juga film ini belum bisa dikatakan pantas untuk ditonton oleh anak-anak (kuhususnya « Read the rest of this entry »

Desember di Dieng Plateau: Musim Hangat?!

January 21st, 2010 § 11 Comments

Dieng Plateau, 2000m DPL

“Buset dah! Dingin banget di sini, ya, Mas!?” gerutu saya menggigil.

“Wah, kalau sekarang mah lagi musim hangatnya, Mas!” kata si abang yang memandu saya menelusuri kompleks Candi Arjuna.

Ya, sehari menjelang tahun baru kemarin, saya dan saudara saya menikmati liburan di Daratan Tinggi Dieng, sekitar 30 kilometer dari Wonosobo, Jawa Tengah. Saya yang kurang bertahan di cuaca dingin, menganggap Dieng adalah tempat paling dingin yang pernah saya kunjungi. Dan saya sangat kaget ketika mendengar komentar bahwa pada bulan Desember, di Dieng sedang musim hangat. Pada bulan Agustus dan bulan-bulan yang berdekatan adalah musim dinginnya. Menurut informasi yang saya dapatkan dari Teater Dieng, dikatakan bahwa pada musim dinginnya, suhu di Dieng menyamai suhu di Eropa; embun pagi bisa membeku menjadi butiran es.

Jujur saja saya bukanlah seorang traveler sejati, jadi saya tidak bisa meng-klaim memahami tempat-tempat yang pernah saya datangi. Ke Dieng ini saja karena memenuhi ajakan dari saudara saya sekadar mengisi liburan.

sumber: google

Target kami memang untuk melihar matahari terbit pada awal tahun baru 2010. oleh karena itu kami berangkat dari Stasiun Gambir menuju Purwokerto pada pukul enam pagi, tanggal 30 Desember 2009. Lama perjalanan kereta sekitar enam jam, kemudian dilanjutkan dengan naik bus+mikrolet menuju Dieng. Kami sampai di Wisma Melati pada pukul setengah tujuh malam (kalau saya tidak salah ingat). Dan satu komentar untuk Dieng: Dingin!

Dieng merupakan objek wisata yang sudah lama dikenal. Dan konon menurut cerita yang saya dengar dari saudara saya, Mantan Presiden Soeharto sering menghabiskan waktu di Dieng untuk bersemedi atau merenung (saya tidak tahu apakah saudara saya itu membual atau tidak).

Di Dieng, saya sempat berkunjung ke Telaga Warna, Kompleks Candi Arjuna, beberapa gua yang saya tidak ingat namanya, Kawah Sikidang, Gunung Sikunir, dan ke Teater Dieng, tempat kita bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah Dieng.

Di depan gerbang kompleks Telaga Warna Dieng

Saya, Kak Ulfa (jaket pink), dan Kak Afifah. Di belakangnya adalah Telaga Warna.

Saya, Kak Ulfa (jaket pink), dan Kak Afifah. Di belakangnya adalah Telaga Warna.

Saya duduk di batang pohon yang sudah mati, membelakangi pemandangan Telaga Warna

Dieng adalah suatu dataran tinggi yang membentuk di dekat daerah Gunung Vulkanik Dieng. Diketahui bahwa di dataran ini lah berdiri delapan Candi kecil pada abad ke-7 dan ke-8, dan merupakan Candi tertua di Jawa Tengah. Dan menurut wikipedia, Dieng merupakan bagian dari gerilya Jenderal Sudirman selama perang kemerdekaan. Dieng berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut.

Kak Afifah berdiri di depan Gua Sumur, salah satu Gua untuk bersemedi.

Saya dan Bang Fauzan berpose di Tugu Palapa, kompleks Telaga Warna.

Kak Ulfa dan Kak Afifah berpose di tugu himbauan merawat Telaga Warna.

Dieng berasal dari bahasa sansekerta, yaitu Di Hyang. Kata Di berarti gunung, dan Hyang berarti kahyangan. DI Hyang berarti Gunung tempat Dewa bersemayam.

Kawah Sikidang

Kawah dilihat dari puncak bukit.

Kita bisa melihat dari dekat bagaimana lumpur itu mendidih.

Kak Afifah berpose di atas bukit, di atas kawah.

Bang Fauzan an Kak Ulfa. Mesra nya...! :P

Kawah Sikidang, tempat yang paling memberikan kepuasan bagi saya karena saya melihat langsung lumpur mendidih dari kawah tersebut. Menurut cerita dari si abang pemandu (saya lupa lagi namanya siapa), nama Kawah Sikidang ini berasal dari kata Si Kijang. Dinamakan seperti itu karena kawah itu telah beberapa kali berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mencari tanah yang lunak dan bisa ditembus oleh gas dari bawah tanah. Dikatakan Sikidang (Si kijang) untuk menegaskan istilah melompat-lompat (berpindah) seperti kijang.

Daerah kompleks Candi Arjuna juga menarik. Saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jeniusnya para arsitek terdahulu untuk merancang bangunan Candi seperti ini. Candi ini juga memiliki cerita di balik pembangunannya. Nama-nama candi ini diberikan oleh warga masyarakat yang tinggal di Dieng berdasarkan nama-nama tokoh wayang. Nama-nama tersebut adalah candi Arjuna, candi Semar, candi Srikandi, candi Puntadewa, dan candi Sembadra. Zaman dahulu kelompok candi ini digunakan sebagai tempat pemujaan.

Taman di sekitar kompleks Candi Arjuna.

Candi-candi di kompleks Candi Arjuna.

Beberapa bagian di candi ini, seperti patung dewa, dipindahkan ke museum Dieng dengan alasan keamanan. Oleh karena itu, lebih baik saya berpose di sana menggantikan dewa, wkwkwkwk! :P

Kompleks Candi Arjuna.

Apabila penasaran dengan daerah wisata Dieng ini, kita bisa mendapatkan banyak informasi di teater Dieng. Kita bisa menyaksikan film dokumenter disana.

Teater Dieng. Di sini kita bisa menyaksikan film dokumenter tentang sejarah Dataran Tinggi Dieng.

Pada pagi hari tanggal 1 Januari 2010, pukul empat kami berangkat dari Wisma Melati menuju kaki gunung Sikunir. Kemudian berjalan sekitar setengah jam mendaki ke atas Gunung Sikunir untuk menyaksikan matahari terbit.

Matahari terbit pada awal tahun 2010, dilihat dari puncak Gunung Sikunir.

Pagipagi di puncak Sikunir, menyaksikan Golden Sunrise (begitulah Harley mengatakannya) di awal tahun 2010.

Hal yang unik di Dieng adalah fenomena rambut gimbal yang mewabahi anak-anak di Dieng. Terkadang rambut gimbal ini dianggap sebagai rahmat atau malapetaka. Untuk menghilangkan rambut gimbal ini, masyarakat atau keluarga dari anak tersebut harus mengadakan acara adat dan semacam kegiatan penolak bala. Biasanya gejala rambut gimbal ini diikuti dengan gejala demam yang datang pada waktu-waktu tertentu. Untuk menghilangkannya, apa pun permintaan si anak harus dikabulkan sebelum rambut itu dipotong (begitulah kira-kira yang saya ingat).

Sumber: wisatanusantaraku.com/ wonosobo%20city.html

Saya merekomendasikan Dieng kepada pembaca untuk menjadikannya tempat pengisi liburan. Dingin, Cuy!!!

Dan inilah tampang saya yang kedinginan, Wisma Melati.

Sumber informasi :

http://www.central-java-tourism.com/desa-wisata/in/dieng.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Dieng_Plateau

Makalah Antropologi: Motivasi Wanita Penjaja Seks

January 12th, 2010 § 4 Comments

MOTIVASI WANITA PENJAJA SEKS

disusun sebagai tugas Antropologi

KELOMPOK 3

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS INDONESIA

DEPOK, 2009

« Read the rest of this entry »

Bagian catatan harian Tolenk junior.

January 11th, 2010 § 2 Comments

Caba saya ingat, mungkin sekitar dua bulan sebelum ujian nasional, atau beberapa minggu setelah SIMAK UI. Ya, sekitar waktu itu saya tidak sengaja membaca blog seorang mahasiswi yang kuliah di UI, tetapi saya lupa namanya siapa.

« Read the rest of this entry »

Burj Dubai sebagai menara tertinggi sejagat

January 5th, 2010 § 5 Comments

Menara BURJ DUBAI, diakses dari: www.blogotainmen.com/ wp-content/uploads/2009/...

Menara Burj Dubai, diakses dari: www.blogotainmen.com/ wp-content/uploads/2009/...

Tidak sengaja melihat surat kabar hari ini, KOMPAS, beberapa  jam yang lalu tentang Menara Dubai Tertinggi. Menara itu bernama Burj Dubai, yang diresmikan oleh pemerintah Dubai pada hari Minggu, 3 Januari 2010 (di wikipedia dikatakan bahwa menara ini diresmikan tanggal 4 Januari 2010). Menurut keterangan dalam KOMPAS, peresmian ini berbarengan dengan peringatan Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum naik takhta sejak 2006.

Berhubung karena hari sudah malam, saya tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mencari informasi « Read the rest of this entry »

There’s A Place In My Dream..

January 5th, 2010 § 2 Comments

Welcome, my friend…

Please have a sit on my cozy cloud couch, pretend it’s your own

There’s no rules

Just feel free and leave your worries away

cos now you’re in my dream, in my fantasy–where everything could be happened as long as you really want to make it happened

Close your eyes, relax on the tenderness of my sand and  feel the warmth of my sun, my friend

Put off your shoes, put off your socks then jump into my water. Just feel the coolness, enjoy the freshness

Pick my flower and plant some of them in your dream land, my friend

Turn the sky into polkadots if you don’t like the plain blue one

Face you fear then remove it one by one, my friend

See the world from various point of views and don’t let the winter makes you freeze

When the sky shed it’s tears, just make sure it’s because of its happiness

When the sun seems to be too tired n needs its rest, just let the light of your spirit take over your mind and help you through the dark night

There’s a place in my dream for everyone who wants to observe themselves..

So,

Please have a sit on my cozy cloud couch, pretend it’s your own :)

Treaty of one word

January 4th, 2010 § Leave a Comment

One word is one of my poems. I wrote it for inclusion in the Parade of Love Poetry. And someone who had read it commented, “I know that word!” Certainly, you also know that word.

When I was striven for close my eyes and perhaps I would hate everything I want, I remember a fantasy that I made when I was in a Junior High School. And this fantasy clarified me to decide that I have to say good bye with them whom was only known by Xaviera.

All the questions of my mistake had been answered. Now I know that plums will accompany a conflict of friendship. I know that admirer just admire the one she admired. I know that interest in an attitude and a face is only a bad outlet—cute is a very bad crack. And then, clear sky and full of joy that I see of sister of a crack is an upset, disappointment, irritation and pain.

When I met the glow, I feel a lust, I feel passion and attraction. I thought it’s a wickedness. But when I touch the light, I feel a calm and comfort. I could close my eyes without a tears but with a smile and compassion. By the time I realized and believed that the one word need a gusto, zest, passion, and lust. Together with the light then I know better with all of what I wonder. Though it’s wrong, the glow still shining beside me.

And together with the glow then I know there are many things would be better if we didn’t do the thing that we think is good. Therefore, I have to make a treaty of one word perhaps it will tie me not to do the bad things again and again so that the glow still shining forever. And you know that Goddess of light, Xaviera, was still convinced that I would be a good man. I do not want to make God disappointed of my fourth blunder.

This treaty of one word declares the door is closed forever.

Where Am I?

You are currently viewing the archives for January, 2010 at manshur zikri.