featured

manis yang ternyata tak pernah hilang

Saya (kembali) mem-post sebuah puisi (cinta-cintaan) yang sudah pernah saya muat di blog ini. Puisi yang jadi salah satu arsip pribadi saya yang penting, yang saya buat di sela-sela kegiatan workshop akumassa, di Serang, bersama Komunitas Sebumi. Saya tidak sedang bercerita tentang workshop itu, hanya tentang puisinya (yang tidak ada kaitan sama sekali dengan agenda/materi kegiatan workshop), tapi saya bubuhkan juga beberapa foto dokumentasi bersama teman-teman partisipan workshop pada waktu jam istirahat dan riset lapangan. Continue reading

screnshot tanah air menara langit_700
Video

Tanah Air; Menara Langit

 

Tanah Air; Menara langit (2014 | 7 Menit)
Dariwarga Weekly Video Project

Realisasi: Tooftolenk Manshur Zikri
Rekan Kreatif: Dian Ageung Komala
Produksi: Dariwarga
Sinopsis: Di waktu setelah hujan, butiran air menyentuh tanah dan genangan air. Saatnya untuk melihat bentuk berbeda dari tanah, air, menara dan langit.

Video ini salah satu karya yang saya buat untuk berpartisipasi dalam Dariwarga Weekly Video Project yang saya gagas bersama Ageung. Dalam proyek ini, kami merekam hal-hal sekitar setiap hari, kemudian setiap minggunya kami mengkonstruksi satu karya video. Ageung merekam hal-hal di lingkungan rumahnya di Parungkuda, saya mereka hal-hal di tempat saya tinggal di Lenteng Agung.

kosan
Quote

Pidato Jim…

“Peggy, Tuan-tuan. Hari ini, hari penting. Pedang ‘lah kutarik. Dan syiiir, aku putuskan tali kelaziman yang mengekang kemajuan zaman. Tahukah kenapa Amerika makin merosot sebagai negara besar? Karena rakyatnya tidak tahu lagi menjawab kenapa minum kopi pada waktu ‘jam ngopi’. Tidak tahu menjawab kenapa orang cuma bisa beli hot dog dan hamburger sejak dari Bowery sampai Upper-Bronx. Orang mengunyah hot dog karena orang di kirinya mengunyah hot dog. Orang memamah hamburger karena di kanannya memamah hamburger. Beo, Peggy, beo! Monyet Tuan-tuan, di mana-mana monyet! Tapi hari ini pedang ‘lah kutarik. Good bye hot dog, farewell hamburger! Aku mau makan codsteak atau halibut buat makan siangku, meskipun hari ini hari Senin. Aku, aku, aku, a-a-a-a … ku, oh, oh…”

Umar Kayam, “Secangkir Kopi dan Sepotong Donat”, dalam buku kumpulan cerpen Umar Kayam, Seribu Kunang-kunang di Manhattan, Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti, 2003. Hlm. 51.

Quote

“Mestikah kita tahu semua…?”

“Dan aku sendiri sesungguhnya tidak tahu pasti pula apa mesti aku jawab terhadap pertanyaan itu sendiri. Mestikah kami tahu dengan pasti apakah Erich Schlitz sudah mati, apakah dia seorang chef restoran yang pandai bikin wiener schnitzel, yang berlatih yoga setiap pagi? Mestikah kami tahu dengan pasti apakah Madame Schlitz seorang pemain sandiwara, seorang yang tidak waras, seorang yang kesepian? Mestikah kami tahu dengan pasti apakah Madame Schlitz hilang diculik orang, masuk rumah sakit gila, atau rujuk kembali dengan Erich Schlitz yang mungkin tidak mati, tetapi cuma bercerai saja dari istrinya?”

Umar Kayam, “Istriku, Madame Schlitz, dan sang Raksasa”, dalam buku kumpulan cerita pendek Umar Kayam, Seribu Kunang-kunang di Manhattan, Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti, 2003, Hlm. 30.

featured
Gallery

Beberes Ruang akumassa

Forum Lenteng, dalam waktu dekat, akan pindah markas dari Jalan Raya Lenteng Agung ke kawasan Tanjung Barat. Kalau saya tidak salah ingat, kontrakan yang akan menjadi markas baru itu terletak di Jalan Saidi.

IMG_20140419_091045

Berhubung sudah tanggal 19 April—katanya, Forum Lenteng akan mulai memindahkan barang setelah tanggal 20 April, 2014—saya dan Robert, seorang teman dari Komunitas Dampingan akumassa di Padangpanjang, Sarueh, hari ini mulai mengepak arsip-arsip akumassa ke dalam kardus.

Di mulai pukul delapan pagi, kegiatan mengkarduskan arsip-arsip itu selesai beberapa menit yang lalu.

IMG_20140419_091111

Program akumassa telah dimulai oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008. Konsep demi konsep dan metode demi metode pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis media (dan pemberdayaan media berbasis warga/komunitas) terus mengalami perkembangan selama lebih kurang 5 tahun itu. Mulai dari gagasan tentang peristiwa massa dan narasi-narasi kecil dalam ruang lingkup lokal, teknifikasi video untuk mereduksi subyektifitas sutradara/pembuat video, yang ditetapkan sebagai gaya video akumassa, dan menulis gaya akumassa yang mendasarkan pengalaman sebagai sumber data (tahun 2008-2012), hingga pengembangan tahap lanjut ke arah penelitian berbasis komunitas yang mengkritisi media massa arus utama (2012-2013), dan agenda penguatan konten dan peningkatan kapasitas penulis akumassa (2013-sekarang).

Kerja yang konsisten ini menghasilkan demikian banyak arsip. Ada yang bentuknya berupa coret-coretan di atas kertas, poster-poster, artikel print, katalog/buku pemutaran, memorabilia, dan juga dokumen-dokumen dari surat kabar atau selebaran yang berhubungan dengan isu-isu lokal. Buku-buku yang berhubungan dengan topik literasi media dan komunikasi juga banyak.

Dan semua itu menuntut untuk dirapikan hari ini. Berikut dokumentasi aktivitas beberes ruangan akumassa, yang saya abadikan di sela-sela mengepak barang-barang berdebu itu. Tentu saja foto-foto ini sebagai arsip digital tambahan mengenai rumah lama, yang patut untuk dikenang jika sudah menetap di rumah baru. #asyek